Persiapan Anak Masuk TK yang Perlu Diketahui Orang Tua

Persiapan anak masuk tk

Persiapan anak masuk TK yang perlu diketahui orang tua agar anak mudah menyesuaikan diri saat masuk sekolah. Apa saja persiapannya? Yuk, kita bahas!

Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Itu artinya tidak lama lagi Sulungnya Bunda akan masuk TK. Duh, Zhaf yang mau masuk sekolah tapi kok saya yang deg-degan ya, hehe.

Deg-degannya karena sepertinya saya yang belum siap melepaskan Zhaf memasuki lingkungan baru dan bertemu dengan orang-orang baru.

Ya, namanya juga ibu-ibu yang anaknya baru mau masuk sekolah pertama kali. Pasti rasanya campur aduk. Ada kekhawatiran juga.

Eh tapi Zhaf sekarang bukan bayi lagi yang 24 jam selalu nempel sama bundanya. Tahun ini usianya menyentuh angka lima. Sudah waktunya dia melangkah ke pintu gerbang taman kanak-kanak. Sudah saatnya dia memiliki lingkungan yang lebih luas. Sudah masanya untuk bersosialisasi di luar rumah, bertemu dengan guru dan teman-temannya.

Dan sebagai orang tua, siap atau tidak siap, tugas sayalah yang harus mendukung, menyemangati dan mempersiapkan Zhaf untuk memasuki dunia barunya. Dunia sekolah.

Usia Ideal Anak Masuk TK

Syarat usia anak masuk tk

Sebelum ke topik inti kita bahas dulu yuk, sebenarnya berapa sih usia ideal anak masuk sekolah jenjang taman kanak-kanak?

Apa bisa usia 3 tahun 11 bulan masuk TK? atau harus tunggu usianya 4 atau 5 tahun dulu?

Usia ideal anak bisa masuk TK adalah minimal 4 tahun. Jawabannya tertera dalam Permendikbud No 1 Tahun 2021 yang berisi aturan mengenai syarat usia masuk sekolah dari jenjang TK hingga SMA.

Untuk TK syarat usianya yaitu :

  • Paling rendah 4 (empat) tahun dan paling tinggi 5 (lima) tahun untuk kelompok A.
  • Paling rendah 5 (lima) tahun dan paling tinggi 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

Jadi kalau anak Bunda usianya 4 tahun sudah bisa tuh dimasukin ke TK Kelompok A atau yang biasa disebut Nol Kecil.

Sedangkan jika mau anak cuma setahun di TK, bisa langsung dimasukkan ke TK kelompok B atau Nol Besar asal sudah memenuhi syarat usia yaitu 5 tahun.

Bahkan sebenarnya anak sudah bisa masuk sekolah sejak usia 3 tahun lho. Tapi masuknya di sekolah non formal yang dikenal dengan nama PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Nah, rencananya tahun lalu si Zhaf sudah mau dimasukin sama ayahnya ke PAUD. Namun nggak ada PAUD dekat rumah akhirnya batal deh.

Alhasil baru tahun ini Zhaf akan bersekolah. Saya pengennya sih Zhaf bisa langsung masuk TK Nol Besar, sayang usianya tidak memenuhi syarat di atas.

Saat masuk TK bulan Juli nanti usia Zhaf baru 4 tahun 11 bulan. Usia tanggung banget ya, hehe.

Kemungkinan dia bakal dua tahun di TK. Atau bisa saja, tahun depan saat usianya belum genap 6 tahun dia sudah bisa masuk SD. Tapi ini ada persyaratannya. Dia harus memiliki bakat khusus/istimewa dan siap psikis.

Kalau nggak, ya nggak papa juga. Biar anak yang menjalani. Yang penting di sekolah dia hepi.

Persiapan Anak Masuk TK

Anak masuk TK

Sekalipun usia anak sudah memenuhi syarat masuk TK namun masih ada hal lain yang perlu dipertimbangkan. Paling utama adalah kesiapan anak.

Jangan sampai anak masuk TK hanya karena ikut kemauan orang tua. Pastikan anak masuk sekolah karena memang kemauannya ya, Bun.

Karena itu sebelum masuk TK, ada beberapa persiapan penting yang harus dilakukan orang tua? Apa saja? Yuk kita bahas!

Berikan gambaran menyenangkan tentang sekolah

Sebelum anak masuk sekolah tentu kita sudah harus lebih dulu menjelaskan padanya tentang apa itu sekolah, tujuannya buat apa dan aktivitas apa saja yang akan dia lakukan di sekolah.

Ceritakan hal-hal menarik yang ada di sekolah. Jelaskan padanya bahwa di sekolah dia akan memiliki guru dan banyak teman baru. Dia juga bisa belajar sambil bermain.

Agar lebih jelas terekam dalam pikiran anak, Bunda bisa bacakan buku cerita atau mengajak anak streaming atau nonton video  yang bertemakan sekolah di TK.

Tentu, akan lebih bagus lagi kalau Bunda bisa membawa anak langsung mengunjungi calon sekolahnya.

Well, saya dan ayahnya jauh-jauh hari  sudah sering sounding ke Zhaf tentang sekolah. Dia juga sudah tahu sekolah yang akan dia masuki karena sudah beberapa kali saya ajak ke sana sekadar lihat-lihat aktivitas anak-anak di sana. Jadi dia sudah punya gambaran tentang sekolah.

Dengan mendapatkan gambaran yang menyenangkan anak pasti akan antusias dan termotivasi untuk masuk sekolah.

Latih anak komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain

Persiapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah melatih anak agar mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Latihan ini bisa dengan sering mengajaknya keluar untuk berinteraksi dengan orang lain termasuk bermain dengan teman-teman sebayanya.

Jujurly, poin ini sempat bikin saya ragu karena Zhaf belum bisa berkomunikasi dengan lancar even sudah sering saya ajak keluar dan bertemu dengan anak-anak seusianya.

Kalau sama Ayah, Bunda dan adeknya, okelah dia mau ngomong. Dikasih perintah sederhana juga dia sudah paham.

Cuma masalahnya, kalau orang lain yang bertanya atau ajak ngobrol, dianya diam saja, nggak mau merespon. Entah karena malu atau gimana.

So, dari segi komunikasi dan interaksinya ini Zhaf memang belum sepenuhnya siap.

Lha kenapa tetap akan dimasukan sekolah?

Sedikit cerita ya, ponakan saya dulu juga kayak gitu. Sebelum masuk sekolah, ngomongnya belum jelas. Malah lebih parah dari Zhaf.

Namun setelah masuk TK, luar biasa perkembangannya. Nggak cuma ngomongnya saja yang jelas, lancar hapal surah-surah pendek juga Maa syaa Allaah.

Nah, saya berharapnya perkembangan Zhaf juga bakal begitu. In sya Allah, Aamiin.

Asah kemampuan motorik  anak

Saat masuk TK anak akan dihadapkan dengan aktivitas baru selain bermain yaitu belajar. Di sekolah, dia akan diajarkan menulis, menggambar, mewarnai dan lain sebagainya.

Aktivitas tersebut berkaitan erat dengan kemampuan motorik anak. Karena itu ini termasuk PR penting bagi orang tua.

Setidaknya sebelum masuk sekolah, kemampuan motoriknya sudah terasah dengan baik. Ajari dia memegang pensil, meletakkan atau merapikan alat tulis ke tempatnya, membalik halaman buku, dan lain sebagainya.

Kemampuan dasar yang perlu diketahui anak juga sebaiknya sudah diajarkan oleh orang tua sejak awal seperti mengenalkan huruf, angka-angka, berbagai warna, bentuk dan lain-lain.

Dengan begitu si kecil tidak akan kaget saat masuk TK. Sebaliknya dia akan lebih mudah beradaptasi dengan aktivitas barunya di sekolah.

Latih kemandirian anak

Saat masuk sekolah, anak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang tua. Beberapa aktivitas di sekolah seperti menyiapkan alat tulis, makan saat jam istirahat, termasuk pergi ke toilet untuk buang air harus dilakukannya sendiri  Olehnya sebelum masuk sekolah anak harus dilatih kemandiriannya.

Untuk poin ini saya tidak terlalu khawatir sih karena Zhaf sudah cukup mandiri. Hanya saja dia memang masih butuh bantuan saat melakukan aktivitas di toilet.

Di rumah saat ingin buang air, dia selalu laporan dulu ke saya even anaknya sudah bisa pergi ke toilet sendiri. Namun kondisinya tentu berbeda saat di sekolah. Anak-anak biasanya akan malu mengatakan pada guru saat ingin buang air.

Karena itu saya sudah wanti-wanti ke Zhaf, jika sudah masuk sekolah dan mau buang air, dia harus berani bilang ke guru. Nggak boleh diam saja. Kan bisa berabe banget ya kalau anaknya sudah kebelet tapi diam-diam baek di tempat, hehe.

Siapkan dana pendidikan

Satu lagi persiapan yang tidak kalah penting. Dana pendidikan anak. Setidaknya jauh-jauh hari kita sudah punya tabungan pendidikan buat anak.

Eist jangan salah, meski baru jenjang taman kanak-kanak tapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit lho. Apalagi jika kita berencana mengirimkan anak masuk sekolah swasta yang kualitasnya tidak diragukan lagi. Iurannya pasti mahal.

Belum terhitung dengan belanja perlengkapan sekolah dan uang jajan yang harus kita keluarkan setiap hari. Semua itu butuh dana jadi pastikan sudah kita siapkan juga anggarannya.

Penutup

Itu dia beberapa persiapan anak masuk TK yang perlu orang tua ketahui. Persiapan di atas penting diketahui orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah formal.

Namun beda halnya jika Bunda menginginkan anak masuk Home Education Centre, tentu persiapannya beda lagi. Bunda bisa cari tahu informasinya langsung di Blog Homeschooling ya.

Yuk persiapan anak sebaik mungkin agar hari pertamanya di sekolah berjalan lancar dan menyenangkan.

Sekian Jurnal Bunda Hari ini.

Tentang Penulis

Halo, selamat datang di blog jurnal bunda. Tempat bunda berbagi cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *