Kenapa Iritasi Kulit Bayi Sering Terjadi? Yuk, Cari Tahu jawabannya!

Iritasi kulit bayi

Sebagai ibu baru mungkin bunda akan dihinggapi pertanyaan seperti ini. Kenapa
Iritasi kulit bayi sering terjadi? Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Iritasi kulit bayi merupakan kondisi yang sering dialami terutama oleh bayi yang berusia di bawah 2 tahun. Iritasi yang dimaksud seperti ruam popok, ruam air liur dan berbagai jenis ruam lainnya yang ketika muncul dapat mengganggu kenyamanan buah hati.

Untungnya, sebagian besar iritasi kulit bayi ini tidak begitu membahayakan. Namun, tetap saja bisa membuat si kecil merasa tidak nyaman, gampang menangis dan juga rewel.

Itulah alasannya bunda harus sigap dan mengetahui cara menangani iritasi kulit yang dialami bayi.

Nah, sebelum menggali informasi lebih jauh soal penanganan terhadap iritasi kulit bayi, sebaiknya bunda mencari tahu terlebih dahulu alasan atau penyebab kenapa iritasi tersebut sering muncul.

Dengan mengetahui penyebabnya dapat memudahkan bunda dalam melakukan langkah preventif atau pencegahan agar si Kecil tidak harus mengalami iritasi yang mengganggu kenyamanannya.

Tentu mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, bukan? Oleh karenanya yuk, segera cari tahu jawabannya di bawah ini.

Penyebab Iritasi Kulit pada Bayi

penyebab iritasi kulit pada bayi

Berbagai masalah iritasi kulit pada bayi memang terbilang umum. Dalam artian banyak bayi yang kerap mengalami gangguan kesehatan kulit tersebut.

Walau demikian, hal ini tidak bisa dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja, karena yang namanya iritasi kulit, bagaimana pun bentuknya, pasti akan membuat si Kecil merasa tidak nyaman sehingga mudah rewel.

Nah, berikut adalah berbagai hal yang menjadi penyebab iritasi pada bayi ;

Sering mengalami gesekan dengan permukaan kain

Penyebab iritasi yang pertama adalah gesekan dengan permukaan material tertentu, misalnya kain baju maupun popok yang setiap hari digunakan.

Seperti yang kita ketahui, kulit bayi begitu tipis, rentan dan juga sensitif sehingga mudah kehilangan kelembaban maupun terkikis.

Ketika permukaan kain baju yang digunakan kurang lembut atau tidak hypoallergenic kemungkinan besar pada satu titik si Kecil akan mengalami iritasi yang bisa ditandai dengan kulit kemerahan dan diikuti juga dengan rasa gatal.

Terlalu lama kontak dengan popok kotor

Penyebab kedua adalah akibat kontak terlalu lama dengan popok kotor sehingga memicu terjadinya iritasi kulit terutama ruam popok.

Perlu diketahui bahwa urin dan feses memiliki tingkat keasaman tinggi. Ketika kulit bayi yang tipis dan sensitif bersentuhan dengan zat asam tersebut dalam waktu lama maka lapisan terluar kulitnya akan “terluka” sehingga menimbulkan ruam yang disertai dengan rasa perih.

Tidak hanya itu, hal ini juga dapat memicu infeksi kuman dan bakteri dari kotoran. Akibatnya, iritasi kulit semakin menjadi apalagi jika tidak segera ditangani.

Alergi bahan kimia

Jika orang dewasa bisa merasa tidak cocok dengan suatu produk, maka bayi pun demikan.

Bedanya adalah ketika bayi tidak cocok dengan produk skincare-nya atau detergen yang digunakan, biasanya iritasi kulit akan langsung terlihat.

Hal ini sebenarnya disebabkan kulit bayi mengalami intoleransi pada bahan kimia yang ada di dalam produk tersebut, misalnya paraben, parfum, SLS dan lain sebagainya.

Bahan kimia tersebut rentan menimbulkan kulit kering hingga reaksi alergi. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika bunda menggantinya dengan produk yang lebih ramah pada kulit bayi atau produk yang memang diformulasikan khusus untuk si Kecil.

Kondisi kulit basa

Tahukah bunda bahwa ketika berumur 0-3 bulan kulit bayi cenderung bersifat basa? Sifat basa yaitu ketika pH kulit berada lebih dari angka 7 membuat kulitnya lebih mudah terserang berbagai penyakit yang dipicu oleh virus, kuman dan bakteri yang ada di sekitarnya.

Itulah sebabnya pada usia tersebut buah hati lebih rentan mengalami ruam, alergi dan berbagai bentuk iritasi kulit lainnya.

Itu dia beberapa penyebab iritasi kulit yang kerap terjadi pada bayi. Selanjutnya kita bahas penanganan yang tepat yuk untuk mengatasi berbagai jenis ruam tersebut.

Cara mengatasi iritasi kulit bayi

cara-mengatasi-iritasi-kulit-bayi

Setelah mengetahui hal apa saja yang dapat menjadi penyebab iritasi kulit bayi, berikut adalah berbagai upaya yang dapat bunda lakukan agar iritasi cepat membaik atau bahkan enggan menghampiri buah hati.

Jaga kebersihan tubuh bayi

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menghindari dan juga mempercepat penyembuhan iritasi kulit pada bayi adalah dengan menjaga kebersihan tubuhnya.

Caranya yakni ketika bayi mengalami ruam popok, maka sebagai orang tua bunda harus sigap untuk lebih sering mengganti popok si kecil tanpa harus menunggu penuh.

Bersihkan area yang kotor dan tertutup popok dengan kapas yang dibasahi air hangat atau tisu basah non-alkohol dengan arah yang benar yakni dari depan ke belakang.

Setelah kulit si kecil bersih dari kotoran, selanjutnya keringkan dengan kain lembut lalu angin-anginkan sebentar agar kelembaban di permukaan kulit bayi menguap dan tidak memicu pertumbuhan jamur.

Hal yang sama juga perlu dilakukan ketika bayi mengalami ruam air liur. Produksi air liur yang meningkat karena si Kecil tumbuh gigi atau sedang belajar makan dapat membasahi bajunya dan membuat kulit memerah.

Agar iritasi tidak semakin parah, jangan tunda mengganti baju yang basah terkena liur dengan pakaian kering. Jangan lupa untuk membersihkan dan mengeringkan bagian kulit yang terkena air liur supaya iritasi tidak semakin menjadi.

Beralih ke produk khusus bayi

Jika iritasi kulit bayi disinyalir karena alergi atau tidak cocok dengan produk sehari-hari yang digunakan, seperti detergen, popok, atau sabun mandi dan berbagai produk lainnya maka sangat dianjurkan untuk segera beralih ke produk lain yang lebih ramah pada kulit bayi.

Pastikan produk yang akan dipilih tersebut bebas dari bahan kimia yang berpotensi memicu reaksi alergi seperti parfum dan juga alkohol.

Tentunya akan lebih aman lagi bila bunda memilih sabun, shampoo, detergen hingga sabun pencuci peralatan makan yang memang khusus diformulasikan untuk bayi sehingga kemungkinan terjadinya iritasi dapat diperkecil.

Berikan salep ruam

Nah, cara terakhir adalah dengan memberikan salep ruam yang berfungsi tidak hanya ampuh mengatasi ruam popok saja, melainkan juga ruam air liur dan berbagai ruam lainnya.

Agar buah hati mendapatkan manfaat yang maksimal, pilihlah salep ruam yang mengandung bahan aktif alami dan aman misalnya lanolin dan juga dekspanthenol.

Sebagai informasi tambahan, bahan lanolin berfungsi untuk menjaga kelembutan dan kelembaban kulit bayi sehingga terhindar dari kulit kering yang biasanya muncul saat iritasi terjadi.

Sedangkan dekspanthenol membantu meredakan iritasi karena memiliki sifat antiinflamasi. Selain itu, kandungan ini juga membantu produksi kolagen yang mendukung regenerasi kulit jadi lecet akibat iritasi dan ruam dapat lekas membaik.

Kabar baiknya, bunda tidak perlu susah payah mencari bahan yang dimaksud, karena Bepanthen mengandung kedua bahan tersebut yang mampu membantu meredakan ruam dan iritasi kulit lainnya.

Bepanthen juga merupakan produk yang aman digunakan sehari-hari sebagai langkah preventif supaya bayi tidak mengalami ruam popok yang mengganggu kenyamanan si kecil.

Cukup sediakan salep ini di rumah agar bunda bisa selalu siap menangani si kecil bila sewaktu-waktu mengalami ruam.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bund.

Referensi :

  • Megan Dix, How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash, 29 Januari 2019. Diakses pada 5 Juni 2022 dari https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash#causes
  • Rashes in Babies and Children, 11 Juni 2021. Diakses pada 6 Juni 2022 dari https://www.nhs.uk/conditions/rashes-babies-and-children/
  • Debra Jaliman, 11 Common Causes of Skin Rashes, 20 Januari 2020. Diakses pada 6 Juni 2022 dari https://www.webmd.com/children/ss/slideshow-skin-irritants
    Carissa Stephens, RN, 11 Best Diaper Rash Creams, 29 November, 2021. Diakses pada 5 Juni 2022 dari https://www.healthline.com/health/childrens-health/best-diaper-rash-creams
Tentang Penulis

Halo, selamat datang di blog jurnal bunda. Tempat bunda berbagi cerita.

1 Comment

  1. Hani says:

    Ruam ternyata macam² ya. Ada ruam air liur. Berarti pipinya yang iritasi kah?
    Untung udah ada salep yang membantu mengatasi iritasi tersebut ya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *