Transaksi Digital dengan E-Wallet, Mobile Banking dan Digital Banking

Transaksi digital

Bunda pasti sudah punya pengalaman transaksi dengan e-wallet, mobile banking dan digital banking, kan? Eh atau ada yang belum tahu dan masih asing dengan transaksi digital. Yuk kita bahas!

Dunia saat ini semakin canggih sehingga banyak aktivitas yang dapat kita lakukan dengan cepat, mudah dan praktis. Termasuk ketika hendak bertransaksi.

Kalau dulu mungkin kita hanya familiar dengan pembayaran cash, nah semakin ke sini semakin tren transaksi cashless (pembayaran tanpa uang tunai) seiring dengan maraknya financial technology (fintech) yang meluncurkan berbagai e-wallet.

Begitupula dengan bank yang telah lebih dulu menghadirkan mobile banking untuk kemudahan transaksi nasabahnya. Bahkan selain bank konvensional sekarang pun sudah hadir bank digital.

E-Wallet, Mobile Banking dan Bank Digital, Apa Bedanya?

Sebelumnya saya sempat mengira e-wallet, mobile banking dan bank digital merupakan tiga hal yang sama karena dapat digunakan untuk transaksi secara virtual.

Sekilas ketiganya memang terkesan mirip, sama-sama digunakan untuk aktivitas keuangan digital namun setelah saya telusuri lebih jauh terdapat perbedaan antara dompet digital, mobile banking maupun bank digital.

 perbedaan dompet digital, mobile banking dan bank digital

E-wallet

E-wallet atau sering disebut dompet digital merupakan aplikasi atau layanan elektronik yang dapat digunakan untuk menyimpan dana digital sekaligus berfungsi sebagai instrumen pembayaran.

Seperti halnya dompet saku, dompet digital juga memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai tempat menyimpan uang. Hanya saja bedanya uang yang kita simpan dalam dompet digital bukan berbentuk kertas atau uang tunai melainkan uang digital (non tunai).

Selain itu pada aplikasi dompet digital biasanya sudah terhubung dengan toko-toko digital sehingga kita juga bisa melakukan transaksi di dalamnya.

Untuk dapat memiliki dompet digital ini kita cukup mengunduh aplikasinya di Play Store atau App Store. Kemudian untuk mengisi e-wallet dengan uang digital atau lebih dikenal dengan istilah top up bisa lewat transfer bank atau melalui minimarket.

Tidak perlu khawatir menggunakan e-wallet karena keamanannya terjamin, hanya dapat dibuka oleh penggunanya.

Penggunaan dompet digital juga lebih praktis dan cepat. Bisa digunakan kapan saja dan dimana saja. Bahkan sering banget ada promo atau cashback untuk transaksi yang dilakukan via e-wallet.

Bunda mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya Gopay, OVO, Dana, LinkAja, I-Saku, Sakuku dan lain sebagainya. Nah, itu semua termasuk dompet digital. Beidewei, Bunda sudah punya dompet digital yang mana saja nih?

Mobile Banking

Mobile banking merupakan layanan yang diluncurkan oleh bank untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi seperti cek saldo, transfer uang hingga membayar tagihan.

Seperti namanya, layanan ini dapat diakses secara mobile dimana saja dan kapan saja melalui smartphone. Tentu dengan adanya mobile banking, nasabah juga bisa lebih mudah dan cepat melakukan transaksi perbankan tanpa perlu ke ATM (kecuali untuk menarik uang tunai).

Di Indonesia sendiri hampir semua bank telah menyediakan layanan mobile banking yang dapat diunduh di App Store atau Play Store. Beberapa contoh mobile banking yaitu BRI Mobile (BRImo), BCA Mobile, BNI Mobile Banking, Mandiri Online, Muamalat Mobile dan lain-lain.

Well, sebagai nasabah dari suatu bank sayang sekali lho kalau tidak memanfaatkan mobile banking mengingat tujuan dihadirkan layanan ini adalah untuk memudahkan penggunanya dalam melakukan transaksi perbankan.

Bahkan kalau kita mau buka rekening baru pun nggak perlu repot-repot lagi datang ke bank dan mengantri lama di sana. Cukup unduh aplikasi mobile banking dan kita dapat buka rekening online di rumah.

Digital Banking

Digital banking atau bank digital merupakan bank yang tidak memiliki kantor fisik. Jadi semua aktivitas perbankan mulai registrasi, pembukaan rekening, transaksi, penarikan uang hingga penutupan rekening dilakukan secara online.

Adapun kantor bank digital berada dalam aplikasinya. Ya, bank digital memiliki aplikasi tersendiri dengan tampilan yang lebih menarik dan fitur yang lebih lengkap ketimbang aplikasi mobile banking.

Karena kehadiran bank digital masih baru sehingga mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaannya dengan bank konvensional. Padahal mudah sekali membedakan keduanya, yakni dilihat dari kantor layanannya.

Jika sebuah bank tidak memiliki kantor cabang dan hanya menerima layanan perbankan secara online atau lewat aplikasi maka bisa dipastikan bank tersebut merupakan digital banking.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa bank digital yang beroperasi diantaranya Jenius dari Bank BTPN, Digibank dari Bank DBS Indonesia, Jago dari Bank Jago, dan Blu dari BCA Digital.

Itu dia penjelasan singkat mengenai dompet digital, mobile banking dan bank digital. Dari penjelasan di atas jelas ya perbedaannya.

Meski ketiganya dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi namun tidak dapat disamakan. Apalagi menyamakan e-wallet dengan mobile banking atau e-wallet dengan bank digital. Jauh sekali perbedaannya.

Bank konvensional dan bank digital juga berbeda sehingga kita tidak bisa menyamakan aplikasi BCA Mobile dengan aplikasi blu by BCA Digital. Paham ya?

Pengalaman Transaksi Digital

Sebenarnya saya agak terlambat mengetahui transaksi digital. Saat orang-orang di sekitar saya sudah merasakan kemudahan transaksi dengan e-wallet saya masih bertanya-tanya OVO itu apa? Gimana caranya transaksi dengan GoPay? Apa bedanya dengan DANA, LinkAja, dkk?

Padahal tren e-wallet ini sudah muncul sejak sebelum pandemi, tapi saya baru mengenalnya tahun 2020. Telat banget ya? huhu.

Well, dari sekian banyak dompet digital yang ada saya baru menggunakan OVO dan GoPay. Tujuan saya menggunakan dompet digital awalnya buat terima fee job blogger, biar nggak kena potongan biaya admin.

Yah walau ujung-ujungnya fee yang ditransfer ke e-wallet itu saya transfer lagi ke rekening bank. Kena biaya admin juga sih tapi setidaknya potongannya nggak terlalu besar.

Nah, setelah pake e-wallet ternyata asyik juga. Mau transaksi apa saja jadi praktis gitu. Sebelumnya kalau mau transaksi online saya kudu ke ATM buat transfer. Tapi sejak punya dompet digital di smartphone, saya nggak perlu kemana-mana, transfernya cukup di rumah saja asal ada saldo.

Kalau bepergian dan lupa bawa dompet di tas pun nggak panik lagi, kan ada dompet digital di smartphone. Jadi merasa lebih praktis dan aman saja karena kemana-mana nggak mesti bawa uang tunai.

Oh ya ngomongin soal saldo e-wallet, seperti tujuan awal saya tadi saya jarang top up sendiri karena alhamdulillaah ada saja rejeki yang masuk.

Untuk OVO biasanya saya gunakan untuk transaksi belanja online, beli token listrik dan isi pulsa. Sedangkan GoPay biasanya baru saya pake kalau berlangganan aplikasi tertentu seperti aplikasi Viu buat nonton drama korea dan pesan GoFood eh tapi yang terakhir itu jarang sih.

Tahun 2021 saya berkenalan dengan aplikasi blu by BCA Digital. Seperti namanya, blu merupakan aplikasi milik bank BCA Digital. Selain blu saya belum pernah menggunakan aplikasi bank digital lainnya.

Namun dari pengalaman menggunakan blu setidaknya saya sudah punya gambaran terkait bank digital. Jika dibandingkan dengan mobile banking, aplikasi yang diluncurkan oleh bank digital jauh lebih menarik.

Mulai dari layanan perbankannya yang serba online hingga fitur-fiturnya yang canggih. Seperti fitur tabungan di blu dimana selain membuka tabungan di rekening utama kita juga bisa menambah tabungan lain berdasarkan pos-pos keuangan. Hanya dalam satu aplikasi ini kita bisa mengatur urusan finansial dengan lebih mudah.

But jujurly, karena belum terbiasa dengan bank digital jadi  saya merasa lebih aman dan nyaman menggunakan aplikasi milik bank konvensional. Yup, mobile banking.

Saya baru memanfaatkan layanan mobile banking di tahun 2021, tepatnya setelah membuka rekening baru di bank BCA.

Sekadar informasi, di aplikasi mobile banking seperti BCA mobile kita juga bisa buka rekening secara online. Namun dari pengalaman saya buka rekening di bank BCA lewat mobile banking agak susah nyambung ke operator adminnya, entah karena banyak pelanggan yang dilayani atau jaringan yang kurang bersahabat.

Pada saat registrasi juga saya sempat terkendala proses verifikasi sehingga membutuhkan waktu cukup lama ketika buka rekening di bank BCA secara online. Beda halnya ketika saya membuka rekening online di BCA Digital,  prosesnya lebih cepat dan tidak terhambat masalah verifikasi.

Oh ya, sebelum buka rekening di bank BCA, saya hanya punya rekening BRI yang sudah ada sejak zaman saya masih sekolah. Orang tua yang buatin. Saat itu kayaknya belum ada mobile banking deh.

Adapun layanan BRI yang baru sempat saya rasakan cuma SMS banking-nya doang. Layanan ini lumayan menguras pulsa so sangat tidak disarankan. Sebenarnya saya tertarik mau cobain layanan BRImo cuma belum sempat urusnya.

Inilah bedanya bank digital dan bank konvensional. Meski bank konvensional sudah menyediakan aplikasi online guna memudahkan nasabahnya melakukan aktivitas perbankan namun tetap saja untuk urusan seperti menghubungkan nomor hp agar bisa mengakses mobile banking kita harus mengurusnya langsung di kantor bank. Atau kalau nggak salah bisa juga mengaktifkan mobile banking lewat ATM.

Untungnya waktu buka rekening BCA secara online sudah sekaligus ditawari layanan mobile banking sehingga saya tidak perlu datang ke kantor bank BCA.

Selain mobile banking, sebenarnya ada juga layanan internet banking yang fiturnya kurang lebih sama hanya saja untuk internet banking aksesnya lewat browser. Beda halnya dengan mobile banking yang hanya dapat diakses lewat aplikasi.

Saya sendiri lebih tertarik melakukan aktivitas perbankan via mobile banking jadi meskipun sudah punya akun internet banking tidak saya aktifkan.

Nah, sejak menggunakan layanan BCA Mobile saya langsung ketagihan dong. Secara umum sih transaksi digital yang biasa saya lakukan bisa lewat dompet digital, mobile banking maupun bank digital.

Namun belakangan saya lebih nyaman melakukan transaksi via mobile banking. Kenapa? Soal ini jawabannya menurut saya tergantung kebutuhan dan nyamannya kita.

Honestly, transaksi digital yang paling sering saya lakukan adalah transfer dan melakukan pembayaran via virtual account. Selebihnya buat isi pulsa dan isi token listrik. Saya jarang transaksi macam-macam. Kalau bukan untuk hal mendesak ya mending uangnya ditabung.

Selain itu mobile banking juga biasa saya gunakan untuk cek saldo dan cek mutasi. Jadi semua yang saya butuhkan untuk urusan perbankan maupun transaksi sudah saya dapatkan di aplikasi ini.

Adapun bank digital kurang saya minati karena belum terbiasa. Sementara dompet digital tidak lagi menarik perhatian saya karena sejujurnya saya suka boros kalau ada saldo di OVO atau GoPay. Upst!

Karena itu kalau disuruh untuk memilih antara dompet digital, mobile banking dan bank digital ya saya pilihnya mobile banking.

Eh tapi kembali lagi. Masalah boros atau tidaknya menggunakan dompet virtual kembali ke individu masing-masing.

Seperti teman blogger yang akrab disapa Ambu Maria punya pendapat berbeda terkait e-wallet. Justru menurut beliau yang saya kutip dari salah satu artikel di blognya Curhatan Si Ambu

Penggunaan dompet virtual tidak hanya membuat hidup menjadi mudah, dan praktis tapi juga berfungsi sebagai pengontrol keuangan agar hemat dan tentunya berujung pada pengurangan jejak ekologis. (Maria G Soemitro)

Penutup

Kecanggihan teknologi memang memudahkan kita dalam melakukan berbagai transaksi. Kini, mau cek saldo atau transfer uang tidak harus ke ATM. Mau pergi kemana pun tanpa membawa uang tunai bukan lagi menjadi masalah besar asal tak lupa membawa smartphone.

Begitupula dengan pembukaan rekening, tidak perlu lagi repot-repot antri di bank. Apalagi sekadar ingin punya simpanan uang di dompet digital, cukup donwload aplikasi e-wallet dan daftar dengan nomor HP. Segampang itu lho, Bund.

Saya sendiri sudah merasakan manfaat menggunakan layanan transaksi digital. Sangat memudahkan banget. Lebih aman pula.

That’s why, sekarang saya jarang bawa uang tunai. Ada sih dompet dalam tas tapi kalau dibuka lebih sering kosong isinya, hehe. Kalau diambil pun seperlunya saja sesuai kebutuhan.

Beidewei dari ketiga layanan transaksi digital di atas, kira-kira bunda lebih tertarik yang mana? Boleh dong share jawabannya di kolom komentar.

Sekian jurnal bunda kali ini. Semoga bermanfaat.

You Might Also Like

Leave a Reply