7 Cara Mengenali Bakat dan Minat Anak Sejak Dini

Cara mengenali bakat dan minat anak

Setiap anak terlahir dengan minat dan bakat masing-masing. Oleh karenanya cara mengenali bakat dan minat anak sejak dini penting diketahui para orang tua.

Setidaknya dengan mengetahui bakat dan minat anak sedini mungkin dapat membantu dan memudahkan kita  mengarahkan si kecil dalam mengembangkan potensi dirinya.

Mengenal Bakat dan Minat Anak

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Sedangkan minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa bakat merupakan potensi yang ada dalam diri masing-masing anak sejak lahir.

Karena hal inilah sehingga banyak yang menganggap bakat yang dimiliki seorang anak merupakan kemampuan yang diturunkan dari orang tuanya.

Anggapan tersebut memang benar namun tidak sepenuhnya demikian karena ada juga bakat yang tumbuh secara alami dan bukan karena faktor keturunan.

Sedangkan berbicara tentang minat adalah berkaitan pada kecenderungan atau keinginan anak terhadap apa yang disukainya.

Nah, Bunda sudah bisa mulai mengamati bakat dan minat sejak si kecil masih usia balita. Caranya adalah dengan sering  menstimulasi si kecil, seperti memberikan benda atau mainan yang berbunyi (alat musik), balok, pensil warna dan lain sebagainya.

Dari situlah Bunda bisa melihat ketertarikan anak terhadap sesuatu. Misalkan si kecil ternyata lebih tertarik dengan mainan yang berbunyi maka besar kemungkinan bakat dan minatnya di bidang musik. Atau anak ternyata lebih senang diberikan krayon dan buku menggambar maka bisa jadi minat dan bakatnya ada pada seni gambar.

Kalau pun setelah pemberian stimulasi belum terlihat kecenderungannya Bunda tidak perlu khawatir karena itu merupakan hal yang wajar.

Dengan semakin bertambahnya usia anak, kemampuannya untuk mengeksplorasi lingkungan juga semakin bertambah sehingga lebih memudahkan Bunda untuk mengetahui bakat dan minatnya. Apalagi seiring dengan berlalunya waktu anak masih mengalami perubahan minat.

Dari berbagai referensi yang saya baca, minat dan bakat mulai terlihat sekitar umur 10 tahun dimana pada saat itu anak sudah mampu mengeksplorasi banyak hal.

Bagi bunda yang tidak melakukan pengamatan sebelumnya mungkin akan kesulitan mengenali minat dan bakat anak.

Untuk itu memang sebaiknya observasi terkait kecenderungan dan kemampuan ini sudah dimulai sedini mungkin agar nantinya Bunda tidak kesulitan dan salah dalam mengenali minat dan bakat si kecil.

Cara Mengenali Bakat dan Minat Si Kecil

bakat dan minat si kecilSetiap anak terlahir unik dan memiliki bakatnya masing-masing sehingga tidak perlu dibanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Cukup bandingkan anak dengan cara yang baik yaitu dengan dirinya sendiri.

Nah, bicara mengenai minat dan bakat juga tidak sepenuhnya berkaitan dengan faktor keturunan. Selain kemampuan yang menurun dari orang tuanya, minat dan bakat bisa saja tumbuh secara alami dari hasil latihan dan kerja keras.

Ini yang perlu dipahami, bahwa tidak semua anak memiliki minat dan bakat yang sama dengan orang tuanya. Oleh sebab itu salah satu tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan anak agar berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Itulah pentingnya mengenali bakat dan minat anak. Agar Bunda bisa mendukung anak menjadi versi terbaik dirinya. Bukan malah sebaliknya, memaksa anak menjadi seperti yang orang tua inginkan.

Nah, berikut ini ada beberapa cara mengenali minat dan bakat anak yang bisa Bunda terapkan. Kita bahas satu satu yuk!

Sering Mengamati kebiasaan anak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cara paling mudah mengetahui bakat dan minat anak adalah dengan observasi. Seringlah mengamati apa yang menjadi kebiasaan anak.

Umumnya anak cenderung melakukan berbagai hal yang ia sukai. Misalnya saja Bunda sering melihat si kecil menyanyi. Ini bisa jadi pertanda bahwa anak memiliki minat di bidang seni tarik suara.

Atau kalau anak punya kebiasaan membaca atau senang dengan buku-buku maka itu menunjukkan ketertarikannya pada sastra

Jadi dari hasil observasi ini akan terlihat kecenderungan dan bakat yang dimiliki si kecil. Tugas Bunda selanjutnya adalah mendukung dan mengarahkan si kecil agar minat dan bakatnya itu dapat tersalurkan dengan tepat.

Biarkan anak mengeksplorasi berbagai hal

Di masa pertumbuhannya anak perlu diberi kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai hal. Namun untuk anak yang masih balita tentu tidak bisa dilepas sendiri. Si kecil masih butuh pengawasan dan pendampingan dari orang tua.

Beda halnya dengan anak yang sudah melewati fase balita. Umumnya sudah bisa mandiri dalam mengeksplor berbagai hal namun tetap perlu pendampingan.

Jadi tugas utama Bunda di sini adalah mengenalkan anak dengan berbagai permainan, keterampilan maupun aktivitas sesuai usia anak.

Misalnya untuk anak usia setahun sudah bisa diajak bermain menyusun balok dan melakukan aktivitas berlari. Sedangkan untuk anak usia sekolah sudah bisa diajarkan keterampilan sesuai minat yang ditunjukkan.

Misalkan si anak sukanya menggambar maka kita bisa mengenalkan ia pada keterampilan doodle, melukis dan sejenisnya. Atau kalau anak menunjukkan minat yang besar pada teknologi bisa nih kita arahkan dia untuk belajar coding, salah satu keterampilan kekinian yang sudah bisa dipelajari anak usia SD.

Intinya di sini, jangan sampai kita membatasi gerak atau aktivitas anak. Biarkan si kecil mengeksplor berbagai hal yang ia minati. Dengan begitu kita bisa mengetahui  bakat terpendam yang ia miliki sehingga mudah untuk diarahkan.

Dukung anak dalam mengembangkan minat dan bakatnya

Tidak cukup hanya sebatas mengetahui. Hal penting selanjutnya yang harus Bunda lakukan setelah anak mulai menunjukkan minatnya pada bidang tertentu adalah dukungan.

Ya, beri ia dukungan untuk mengembangkan minat dan bakatnya tersebut. Selain memberikan kebebasan untuk mengeksplor berbagai hal yang anak sukai, kita juga perlu memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhannya dalam mengembangkan bakat.

Contohnya itu tadi, jika kecenderungannya pada seni lukis. belikan ia alat lukis. Jika ia suka menari, ikutkan ia dalam les menari. Jika si anak memiliki suara yang bagus, dukung dan dorong ia agar mau mengembangkan minat dan bakatnya dengan ikut perlombaan..

Berikan apresiasi

Sekecil apa pun apresiasi yang kita berikan pada si kecil akan sangat bermakna. Untuk itu dukungan kepada anak perlu disertai dengan penghargaan.

Apresiasi yang kita berikan bisa dengan memberikan pujian, motivasi maupun hadiah yang efeknya dapat mendorong rasa percaya diri anak terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Begitupula ketika anak sudah berani menunjukkan minat dan bakatnya dengan mengikuti suatu perlombaan namun belum berhasil mendapat prestasi. Tetap berikan apresiasi dan motivasi agar dia tetap semangat dan tidak mudah menyerah.

Bangun komunikasi positif dengan anak

Tips mengenali bakat dan minat anak selanjutnya adalah lewat komunikasi. Usahakan Bunda bisa membangun komunikasi positif dengan anak

Doronglah anak agar mau berbicara dan mengekspresikan perasaannya terkait hal-hal apa saja yang ia sukai dan inginkan. Cara ini tidak hanya efektif untuk mengetahui bakat anak namun sekaligus juga dapat membangun bonding antara orang tua dan anak.

Bunda akan lebih bisa memahami keinginan anak ketika komunikasi positif ini sudah terbangun. Dengan begitu Bunda akan lebih mudah mengarahkan anak sesuai minat dan bakatnya.

Jangan memaksa anak

Tidak dimungkiri seringkali terjadi konflik antara orang tua dan anak karena keinginan yang bertentangan. Orang tua menginginkan anak menekuni bidang A sedangkan anak lebih tertarik dengan bidang B.

Inilah yang terjadi ketika orang tua tidak mengetahui minat dan bakat anak atau menganggap anak memiliki bakat yang sama dengannya. Anak kemudian dipaksa untuk mengikuti apa yang menjadi keinginan orang tuanya.

Percayalah Bunda, memaksa anak mengikuti kehendak kita akan mematikan potensi yang dimilikinya. Jangan sampai kita menguburkan minat dan bakat anak hanya karena ego semata.

Biarkan anak memilih bidang yang disukainya. Selagi itu baik maka tidak ada alasan untuk melarangnya. Justru harus kita dukung sepenuhnya.

Mengikuti tes minat dan bakat

Selain berbagai cara di atas, Bunda juga bisa mengetahui minat dan bakat anak melalui serangkaian tes yang  dilakukan oleh profesional seperti psikolog.

Saat ini sudah banyak platform tes bakat dan minat online yang bisa dengan mudah Bunda temukan di internet. Namun tes minat dan bakat ini umumnya hanya diperuntukkan untuk anak usia 5 atau 6 tahun ke atas.

Cara ini bisa dibilang cukup membantu orang tua dalam mengidentifikasi minat dan bakat anak dengan tepat. Hanya saja Bunda perlu mengeluarkan uang jika ingin anak mengikuti tes ini.

Penutup

Membantu dan mengarahkan si kecil sesuai dengan bakat dan minatnya merupakan salah satu hak anak yang harus kita penuhi. Ya, anak berhak memilih bidang yang sesuai dengan kegemarannya.

Jika anak ingin menekuni dunia sains jangan paksa ia masuk jurusan IPS. Jika anak suka olahraga jangan paksa ia harus pandai menggambar. Biarkan anak melakukan apa yang ia sukai.

Sekali lagi, selama itu baik jangan melarangnya. Jangan membatasi aktivitas dan kreativitas anak. Misalkan prestasi anak lebih menonjol di bidang seni dibandingkan akademiknya pun sebenarnya tidak masalah.

Jangan tuntut anak untuk harus selalu juara. Karena kesuksesan tidak selamanya dilihat dari nilai. Justru lebih banyak anak yang berhasil ketika minat dan bakatnya tersalurkan dengan baik dan itu tidak terlepas dari dukungan orang tua.

Sekian jurnal bunda kali ini. Semoga bermanfaat.

You Might Also Like

Leave a Reply