Tips Ajak Anak Nonton Pertandingan Olahraga

Tips ajak anak nonton pertandingan olahraga

Setelah terjadinya insiden mengenaskan di Stadion Kanjuruhan pada awal Oktober lalu, orang tua memang patut waspada ketika ingin mengajak anak nonton pertandingan di Stadion Olahraga. Pasalnya banyak anak-anak juga yang menjadi korban peristiwa naas tersebut.

Bukan berarti karena adanya Tragedi Kanjuruhan menjadi alasan kita untuk tidak lagi mengajak anak nonton pertandingan bola di Stadion Olahraga.

Sesekali kita memang perlu mengajak anak menyaksikan langsung pertandingan olahraga di lapangan karena  manfaatnya dapat menumbuhkan rasa cinta dan minat si kecil terhadap olahraga, memperkuat bonding orang tua dengan anak sekaligus menciptakan kenangan indah pada masa kecilnya.

Namun setidaknya tragedi yang menelan ratusan korban jiwa itu memberi kita pelajaran agar lebih berhati-hati ketika membawa anak mengunjungi stadion yang dipenuhi ribuan orang.

Untuk itu ada beberapa tips mengajak anak ke stadion olahraga yang bisa orang tua terapkan. Yuk langsung saja kita bahas!

Tips Ajak Anak Nonton Pertandingan Olahraga

Tips mengajak anak ke stadion olahraga indonesia

Mengajak anak menyaksikan pertandingan seperti sepak bola di Stadion Olahraga bisa menjadi momen indah yang akan dikenangnya hingga dewasa kelak.

Namun sayangnya jika pertandingan yang ditonton berujung ricuh dan menyebabkan banyak nyawa melayang seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, maka bukan lagi kenangan manis yang anak bawa pulang melainkan mimpi buruk yang mungkin akan dia ingat selamanya.

Tentu kita berharap kejadian buruk tersebut tidak terulang kembali. Meski demikian kita tetap harus waspada bila ingin menyaksikan pertandingan bersama anak di Stadion.

Poin-poin dari tips ini berasal dari cuitan dr. K.S. Denta, MSc, Sp.A, seorang dokter spesialis anak di akun twitternya yang kemudian dimuat di suara.com. Apa saja tipsnya?  Yuk, simak di bawah ini!

Jangan ajak anak di bawah usia 5 tahun

Tips pertama yang perlu orang perhatikan adalah usia anak. Sebenarnya tidak ada larangan membawa anak ke stadion, usia berapa pun itu. Bahkan setahu saya di Indonesia sendiri memang belum ada aturan yang membatasi usia anak sehingga diperbolehkan masuk ke Stadion Olahraga.

Meski demikian, sebaiknya kita tidak mengajak anak yang usianya masih di bawah lima tahun. Imbauan ini bukan semata-mata untuk menghindarkan si kecil dari hal-hal buruk yang bisa saja terjadi selama atau sesudah pertandingan berlangsung melainkan juga untuk menjaga kesehatan pendengaran anak.

Seperti yang dikatakan dr Denta dalam cuitannya di twitter ;

Suara riuhnya pertandingan langsung bisa merusak pendengaran bayi

Selain itu, anak-anak balita juga biasanya masih suka tantrum dan rewel sehingga orang tua juga pastinya tidak bisa fokus menonton pertandingan karena disibukkan dengan urusan menenangkan anak.

Orang tua harus paham dengan situasi stadion

Tips kedua ini penting untuk memudahkan orang tua dalam mengambil tindakan sesegera mungkin ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ya, pastikan sebelum beli tiket pertandingan, kita sudah kenal dan paham seperti apa kondisi stadion yang akan kita kunjungi bersama anak. Mulai dari lay out stadion, akses keluar, arus evakuasi, titik kumpul dan lain sebagainya, semua harus diketahui.

Dengan begitu jika terjadi kerusuhan atau tragedi yang tidak terduga lainnya kita bisa lebih siap untuk melindungi dan menyelamatkan anak.

Bekali anak dengan tanda pengenal

Tips selanjutnya yang tidak kalah penting adalah bekali anak dengan tanda pengenal. Meski belum punya KTP, anak-anak saat ini sebenarnya sudah punya kartu identitas sendiri yaitu KIA (Kartu Identitas Anak).

Hanya saja KIA anak yang masih TK atau SD biasanya dipegang orang tua karena khawatir anak belum bisa menjaga kartu tersebut dengan baik.

Nah, kalau memang anak belum diberi kepercayaan untuk memegang KIAnya sendiri, orang tua dapat membekalinya dengan gelang nama yang berisi kontak orang tua dan nomor yang bisa dihubungi.

Hal ini bertujuan agar orang tua dapat berjaga-jaga jika saat menyaksikan pertandingan si anak-anak tiba terlepas dari orang tua. Mengingat setiap ada pertandingan bola stadion olahraga biasa dipenuhi oleh ribuan bahkan belasan ribu orang.

Tentu tidak mudah mencari anak hilang di tempat seramai itu, bukan? Karena itu adanya gelang nama atau tanda pengenal lainnya akan sangat dibutuhkan ketika anak tiba-tiba terpisah dengan kita.

Hindari ajak anak nonton pertandingan di stadion pada malam hari

Faktanya risiko kerusuhan tinggi biasa terjadi pada malam hari. Lagi-lagi seperti tragedi Kanjuruhan, itu juga terjadinya saat langit sudah gelap. Karena itu sebaiknya hindari mengajak anak ke stadion pada malam hari.

Apalagi anak-anak cepat merasa lelah dan mudah mengantuk saat malam hari. Justru orang tua yang akan kerepotan bila anak tertidur saat pertandingan masih berlangsung. Terlebih jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Usahakan datang paling awal dan pulang lebih cepat

“Kalau di luar negeri biasanya disarankan pulang paling akhir menunggu sebagian besar (penonton lainnya) keluar lebih dulu, tapi di Indonesia sebaiknya (keluar dari stadion) sebelum pertandingan berakhir” (dr. Denta)

Satu lagi nih tips dari dr. Denta untuk para orang tua yang ingin mengajak anaknya ke stadion untuk menyaksikan pertandingan olahraga. Datang lebih awal, pulang juga harus lebih awal, sekalipun pertandingan belum berakhir.

Ya, berkaca dari tragedi rusuh Oktober kemarin terjadinya memang saat pertandingan sudah usai. Jadi demi keselamatan, akan lebih baik jika sebelum penonton yang lain bubar, kita sudah ajak anak angkat kaki duluan dari stadion.

Demikian beberapa tips mengajak anak nonton pertandingan di stadion yang perlu diperhatikan dan bisa diterapkan orang tua. Ingat, keselamatan adalah yang utama, jadi jangan hanya mementingkan hiburan semata ya!

Salam hangat. Sampai Jumpa di Jurnal Bunda berikutnya.

You Might Also Like

Leave a Reply