5 Kiat Sukses Toilet Training Malam Hari

Toilet training malam hari

Toilet training malam hari lebih menantang daripada siang hari. Itu sebabnya meskipun sudah menerapkan latihan pispot tetapi masih banyak orang tua yang membiarkan anaknya mengenakan popok pada malam hari.

Padahal sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara melatih anak menggunakan toilet pada kedua waktu tersebut.

Hanya saja toilet training pada malam hari memang membutuhkan usaha ekstra karena Bunda harus siap terjaga tengah malam untuk mengantar si kecil ke toilet atau membersihkan perlak ketika terjadi “kecelakaan”.

Kendati demikian sebaiknya potty training baik siang maupun malam hari dilakukan secara bersamaan agar hasilnya bisa lebih maksimal.

Untuk itu ada beberapa tips sukses toilet training malam hari yang bisa Bunda terapkan. Langsung saja yuk kita ulas!

Kiat sukses toilet training malam hari

Toilet training pada malam hari

Untuk memulai toilet training Bunda tidak harus menunggu sampai anak menunjukkan semua tanda kesiapan. Satu atau dua sinyal yang anak berikan sudah cukup menjadi patokan untuk melatih si kecil menggunakan toilet.

Nah, anak yang siap berlatih pispot biasanya sudah mampu mengendalikan hasrat untuk buang air besar atau kecil. Namun tak dimungkiri masih ada anak yangbelum bisa mengontrol keinginannya untuk BAB atau BAK di malam hari.

Menurut penelitian, anak mengompol di malam hari karena sistem saraf di otaknya belum siap memberikan sinyal ingin buang air pada tubuh.

Namun hal itu tidak lantas menjadi alasan untuk menunda potty training pada malam hari. Pasalnya ada berbagai cara yang bisa Bunda terapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Nah, Jurnal Bunda kali ini akan sharing kiat sukses toilet training malam hari agar anak bisa lepas popok 24 jam. Apa saja kiatnya? Simak ulasan ini sampai selesai ya!

Rajin sounding atau ingatkan anak untuk buang air di toilet

Kiat pertama yang harus Bunda lakukan adalah rajin sounding atau ingatkan si kecil jika ingin buang air kecil maka ia hanya boleh melakukannya di toilet atau kamar mandi. Terutama ketika hendak menidurkan si kecil.

Cara ini mungkin tampak sepele namun apa yang sering kita sampaikan ke anak akan terekam dalam benaknya bahkan terbawa hingga ke alam bawah sadarnya.

Dengan begitu ketika ada sensasi ingin buang air saat terlelap anak tidak akan langsung mengompol di tempat tidur tapi ia akan terbangun dan meminta kita membawanya ke toilet. Apalagi ketika Bunda memang sudah membiasakan anak untuk buang air di toilet pada siang hari.

Batasi asupan cairan anak pada malam hari

Tips toilet training pada malam hari selanjutnya adalah membatasi asupan cairan anak. Pastikan setelah buang air kecil sebelum tidur anak tidak lagi diberikan asupan cairan atau ketika ia ingin minum beri secukupnya saja.

Jangan sampai cairan yang masuk ke tubuh anak berlebihan. Hal ini untuk menjaga agar kemihnya tidak penuh sekaligus mencegah agar ia tidak ngompol saat tidur.

Biasakan anak ke toilet sebelum tidur

Seperti halnya toilet training pada siang hari di mana Bunda membuat rutinitas toilet untuk si kecil. Nah, begitu juga pada malam hari, Bunda harus membiasakan anak untuk buang air di toilet sebelum tidur.

Rutinitas ini dapat mengurangi risiko  anak mengompol pada malam hari. Bahkan ia bisa terlelap sepanjang malam dan baru akan kebelet keesokan harinya ketika bangun tidur.

Biarkan anak tidur tanpa popok

Idealnya ketika menerapkan toilet training biarkan si kecil tidak menggunakan popok, termasuk pada malam hari.

Namun bagi orang tua yang belum sepenuhnya siap akan membiarkan anaknya tidur malam hari dengan menggunakan popok.

Memang tidak ada salahnya jika ingin melakukan latihan pispot pada si kecil secara bertahap. Hanya saja salah satu cara toilet training yang efektif adalah membiarkan anak tidak menggunakan popok sama sekali baik siang maupun  malam hari.

Dalam hal ini orang tua memang dituntut untuk konsisten. Ketika anak sudah lepas popok di siang hari, lalu malam harinya kita biarkan menggunakan popok lagi, maka anak bisa saja mengalami kebingungan.

Bahkan bukan tidak mungkin latihan di siang hari menjadi sia-sia karena si anak menganggap dengan menggunakan popok artinya ia boleh untuk tidak buang di toilet. Hal ini bertentangan dengan apa yang sudah kita ajarkan.

So far, jika ingin melatih anak toilet training malam hari maka Bunda juga sudah harus bisa membiarkan anak tidur tanpa popok dan siap menerima risiko kebocoran yang mungkin terjadi.

Siapkan perlak untuk antisipasi kebocoran

Tentu saja ketika membiarkan anak tidur tanpa popok bukan berarti Bunda tidak butuh “alat tempur”.

Walaupun Bunda sudah melakukan cara-cara di atas yang dianggap dapat mencegah anak mengompol di malam hari namun masih ada kemungkinan terjadi “kecelakaan”.

Oleh karenanya, untuk mengantisipasi hal tersebut Bunda perlu siapkan perlak atau alas ompol. Sebaiknya gunakan juga sprei waterproof agar pipisnya tidak merembes ke kasur.

Nah, cukup dengan lima kiat tersebut Bunda sudah bisa menerapkan toilet training pada malam hari. Gimana? Apa sudah siap membiarkan anak tidur tanpa menggunakan popok?

Penutup

Sebagai penutup, saya ingin sedikit cerita tentang pengalaman toilet training malam hari pada anak saya. Awalnya saya memang sempat takut alias tidak berani membiarkannya tidur tanpa popok.

Gimana kalau dia ngompol tengah malam? Gimana kalau saya harus begadang untuk membersihkan kotorannya? Duh, kebayang dong gimana rempongnya?

Saya benar-benar tidak siap untuk itu. Biarlah saya melatihnya toilet training pada siang hari saja dan membiarkannya menggunakan popok saat hendak tidur.

Namun berawal dari tidak sengaja membiarkannya tidur tanpa popok karena kehabisan stok. Paginya saya mendapati tempat tidur anak saya kering, celananya pun demikian.

Saya heran dong. Karena masih kayak nggak percaya, esok malamnya saya biarkan dia tidur lagi tanpa popok. Hasilnya tetap sama, dia bangun dalam keadaan kering.

Nah, kalau membiarkan dia tetap tidur menggunakan popok saya mana tahu kalau ternyata anaknya sudah nggak ngompol lagi di malam hari.

Malahan sejak tahu anak saya sudah tidak ngompol di malam hari, toilet training jadi lebih ringan karena saya tinggal fokus melatihnya pispot di siang hari.

So, tips dan sedikit pengalaman yang saya ceritakan di atas semoga bisa memotivasi Bunda yang tengah berjuang melatih si kecil menggunakan toilet.

Bunda bisa menerapkan toilet training pada anak usia 1-3 tahun secara bertahap namun jika ingin mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya lakukan latihan potty pada siang dan malam hari secara bersamaan.

Yuk, jangan patah semangat! Tetap sabar dan konsisten mendampingi anak berlatih hingga ia bisa terampil melakukan semua aktivitas toilet secara mandiri.

Sekian Jurnal Bunda hari ini. Semoga bermanfaat.

Tentang Penulis

Halo, selamat datang di blog jurnal bunda. Tempat bunda berbagi cerita.

1 Comment

  1. pas banget aku lagi belajar parenting, terima kasih atas ilmunya ya kak 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *