Tips Toilet Training WC Jongkok pada Anak 2 Tahun

Tips toilet training wc jongkok

Sebelum memulai toilet training WC jongkok, pastikan si kecil sudah menunjukkan tanda kesiapan untuk latihan potty. 

Kapan tanda kesiapan itu muncul? Menurut IDAI, sebenarnya tidak ada usia yang pasti untuk memulai toilet training. Kesiapan anak hanya bisa kita lihat dari kematangan fisik dan psikologisnya yang secara umum muncul pada usia 18-2,5 tahun.

Artikel sebelumnya telah mengulas tanda kesiapan anak untuk toilet training. Tanda-tanda tersebut memang biasanya sudah muncul pada usia 2 tahun.

Jika anak mulai menujukkan ketertarikan terhadap toilet, bahkan bisa mengutarakan rasa ingin buang air maka itu artinya ia sudah siap belajar potty training. Sekarang waktunya Bunda yang bersiap untuk melatih si kecil menggunakan toilet.

Nah, Jurnal Bunda kali ini akan mengulas terkait cara melatih toilet training WC jongkok pada anak 2 tahun. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Mengenal Toilet Training WC Jongkok

Toilet training WC jongkok adalah proses melatih anak menggunakan toilet WC jongkok. Selama ini topik toilet training lebih berfokus pada kloset duduk, padahal orang Indonesia sendiri umumnya menggunakan kloset jongkok.

Karena itu penting mengetahui cara melatih anak menggunakan kloset jongkok, terlebih bagi Bunda yang di rumahnya memang hanya tersedia WC jongkok.

Toilet training wc jongkok

WC jongkok untuk toilet training anak memiliki keunggulan dibanding WC duduk, di antaranya :

  • Lebih praktis, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mengangkat anak ke kloset
  • Lebih hemat, kita tidak harus mengeluarkan biaya untuk beli kloset tambahan seperti halnya pada kloset duduk
  • Lebih cepat, proses latihan potty dengan WC jongkok relatif lebih cepat

Walau memiliki beberapa keunggulan namun potty training dengan kloset jongkok tidak lepas dari kekurangan.

Salah satu kekurangannya adalah penggunaan WC jongkok kurang aman untuk si kecil sehinga orang tua wajib stand bye menemani anak ketika sedang BAK atau BAB.

Namun, orang tua sebaiknya memang harus selalu mendampingi anak yang baru belajar toilet training baik dengan kloset duduk maupun kloset jongkok. Jangan tinggalkan si kecil sendirian sebelum mereka benar-benar bisa menggunakan toilet secara mandiri.

Tips Toilet Training Kloset Jongkok pada Anak 2 Tahun

Pada usia 2 tahun, otak anak akan mengalami perkembangan yang begitu pesat sehingga ia bisa belajar dengan cepat. Tentu, ini adalah kesempatan yang bagus untuk melatih anak menggunakan toilet.

Pada usia ini, anak mulai bisa berkomunikasi tentang kebutuhannya, termasuk ketika ia ingin buang air. Idealnya anak 2 tahun juga sudah bisa melepas dan mengenakan pakaiannya sendiri.

Anak 2 tahun juga biasanya mulai menunjukkan kemandirian dan suka meniru orang yang lebih tua darinya.

Karena perkembangan fisik dan psikologis anak usia 2 tahun sudah semakin matang maka Bunda bisa segera melatihnya untuk BAB dan BAK di toilet.

Nah, berikut ini ada beberapa tips toilet training WC jongkok yang bisa Bunda terapkan di rumah untuk si kecil :

Tips latihan potty kloset jongkok

Siapkan mental

Tips pertama yang paling penting adalah siapkan mental Bunda terlebih dahulu. Karena proses ini benar-benar melelahkan dan dapat menguji kesabaran.

Selama proses latihan berlangsung, Bunda mungkin akan sering menemukan anak buang kotoran di celananya. Sebenarnya itu hal yang wajar. Namanya juga anak baru belajar, tidak serta merta ia bisa langsung mahir menggunakan toilet dalam sejekap.

Namun, bagi Bunda yang belum siap secara mental, pasti akan panik dan uring-uringan menghadapi si kecil yang belum pandai buang air di toilet WC jongkok sekali pun sudah Bunda ajari berkali-kali.

Sikap Bunda yang uring-uringan ini hanya akan menghambat proses latihan. Apalagi jika Bunda sampai emosi dan memarahi si kecil karena masih suka ngompol di celana. Hal itu akan membuat anak takut dan tidak mau berlatih.

Cek kesiapan anak

Hal selanjutnya yang harus Bunda lakukan adalah mengecek kesiapan anak. Ada beberapa indikator berkaitan dengan kemampuan si kecil yang memang harus Bunda pastikan dulu sebelum memulai toilet training.

Pertama, kemampuan bahasa. Umumnya anak 2 tahun sudah mulai bisa bicara dengan lancar, termasuk untuk mengutarakan keinginannya jika ingin buang air.

Kalau pun pada usia ini anak Bunda belum bisa bicara dengan jelas, tidak masalah, minimal ia bisa memberi isyarat lewat bahasa tubuhnya seperti dengan menjepit kedua kakinya atau terlihat gelisah ketika ingin buang air.

Pastikan Bunda bisa memahami isyarat tersebut sembari tetap mengajari si kecil mengucapkan istilah yang biasa digunakan ke toilet seperti “pup” atau “pipis”.

Selanjutnya, kemampuan fisik. Karena Bunda akan melatih si kecil menggunakan WC jongkok maka pastikan anak sudah mampu duduk dan berjongkok dengan sempurna.

Siapkan peralatan

Agar proses latihan toilet training WC jongkok berjalan lancar Bunda juga perlu menyiapkan beberapa peralatan, di antaranya :

  • Celana dalam biasa, siapkan stok celana yang banyak, minimal 1 lusin karena selama latihan potty anak akan lepas popok.
  • Training pantssediakan juga celana dalam khusus toilet training. Jika anak pipis, celana jenis waterproof ini akan basah tetapi tidak akan sampai bocor
  • Potty WC jongkok, ada banyak jenis potty, pilih yang bentuknya menyerupai WC jongkok
  • Perlak dan sprei waterproofuntuk menghindari kebocoran di kasur saat anak sedang tidur tanpa menggunakan popok

Kenalkan anak dengan toilet kloset jongkok

Sekarang saatnya untuk mengenalkan anak dengan toilet kloset jongkok. Beri penjelasan singkat terkait cara menggunakannya.

Jelaskan juga terkait cara buang air di toilet kloset jongkok dan cara membersihkan diri setelahnya. Bunda bisa sambil memberi contoh agar anak mudah mengerti.

Ciptakan suasana yang menyenangkan

Perhatikan juga kondisi anak saat latihan, apakah semangat atau malah sebaliknya. Jangan memaksa anak jika ia merasa bosan dan tidak ingin latihan.

Akan lebih baik jika Bunda mengatasi hal tersebut dengan menciptakan kondisi yang menyenangkan di toilet. Contohnya saja dengan menempel sticker lucu di dinding toilet dan bak air untuk menarik perhatian si kecil.

Sabar dan konsisten

Dari mulai latihan awal hingga nantinya si kecil mampu menggunakan toilet secara mandiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Proses ini memang sangat melelahkan dan cukup menantang. Namun kunci keberhasilannya tidak lepas dari peran orang tua.

Potty training si kecil bisa gagal jika Bunda tidak sabaran dan kurang telaten melatih si kecil.

Oleh karenanya, walaupun tidak mudah Bunda harus tetap sabar dan konsisten mendampingi anak hingga ia benar-benar bisa melakukan aktivitas di toilet sendiri.

Penutup

Tanda kesiapan anak bisa kita lihat dari kematangan fisik dan psikologis si kecil yang umumnya juga sudah tampak pada anak usia 2 tahun.

Bunda bisa memulai toilet training WC jongkok pada anak usia 2 tahun dengan menerapkan tips yang telah dibahas di atas.

Kloset model ini memang kurang aman penggunaannya untuk si kecil, namun beberapa keunggulannya bisa jadi bahan pertimbangan.

Semoga ulasan tentang toilet wc jongkok ini dapat bermanfaat. Sekian Jurnal Bunda kali ini.

Tentang Penulis

Halo, selamat datang di blog jurnal bunda. Tempat bunda berbagi cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *