Self Awareness, Surat untuk Diriku

Salah satu hal baik yang saya pelajari pekan ini adalah tentang Self Awareness. Saya belum pernah mempelajarinya sebelumnya. Hanya sebatas tahu istilah tapi tidak paham apalagi mengaplikasikannya.

Karena itu saya merasa sangat bersyukur bisa ikut berpetualang di Pantai Bentang Petualang Bunda Sayang batch 8 ini dan mendapatkan ilmu yang saya butuhkan untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai orang tua.

Seperti ilmu yang saya dapatkan di Zona 1 ini tentang Self Awareness yang rupanya berkaitan erat dengan pengasuhan. Bahkan bisa dibilang salah satu kunci untuk bisa mengasuh anak dengan bahagia adalah self awareness.

Nah, kalau kemarin tantangannya diminta menceritakan apa yang orang-orang terdekat sering katakan tentang kita, maka hari ini giliran menceritakan apa yang ingin kita katakan pada diri kita sendiri. Kita diminta untuk menuangkannya dalam sebuah surat lalu bacakan di depan cermin.

Duh, tantangannya sepertinya bisa bikin mata para Sobatualang berkaca-kaca ya.

Yuk langsung saja kita start, bismillaah

Sepucuk Surat untuk Diriku, Terima Kasih

Hai diriku,

Aku cuma mau bilang terima kasih, terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Jauh dari orang tua, tinggal di rantauan, mengurus duo balita dan bayi sendiri tanpa bantuan ART. Tak punya banyak teman. Menghabiskan sepanjang waktu hanya di rumah saja.

Setiap hari dengan rutinitas yang sama. Itu-itu saja. Mengurus suami, mengurus anak, mengurus pekerjaan domestik, blog, mengurus ini itu. Sampai kau nyaris lupa mengurus dirimu sendiri.

Ah, terima kasih karena kamu sudah mau belajar dan berusaha menjadi ibu yang baik walau sampai saat ini kamu masih belum bisa mengontrol emosimu dengan baik.

Tak apa, yang penting kamu mau berusaha. Kamu mau berubah. Tak usah selalu menyalahkan dirimu sendiri. Toh, memang tidak ada ibu yang sempurna di dunia ini. Kamu juga tidak usah memaksa menjadi ibu yang idealis.

Cukup jadilah ibu dengan versi terbaik dirimu.

Aku tahu kamu mulai jenuh, kamu lelah tapi kamu harus tetap semangat. Kamu boleh mengeluh, kamu boleh bersedih, kamu boleh menangis tapi jangan sekali-kali berputus asa.

Ingat, ada Allah selalu bersama kita. Jadi jangan pernah merasa sendiri. Seberat apapun masalahmu, kamu pasti bisa menghadapinya. Aku menyayangimu dan aku percaya padamu.

Kamu perempuan yang kuat. Kamu perempuan yang hebat. Kamu pasti bisa berjuang menghadapi semua cobaan yang menghampirimu. Aku juga akan selalu ada untukmu. Kita sama-sama berjuang ya.

Love my self

Penutup

Saat menulis surat ini rasanya campur aduk sekaligus lega karena saya bisa mengungkapkan apa yang memang sudah seharusnya saya katakan pada diri saya sendiri.

Berterima kasih. Menyemangatinya.

Hal ini kecil dan sederhana tapi saat dilakukan membawa dampak positif. Apalagi saat membacakan surat untuk diri sendiri ini di depan cermin. Rembes sudah.

Sekian jurnal bunda hari ini. Sampai jumpa di Tantangan Zona 1 Hari ke-5

Tentang Penulis

Halo, selamat datang di blog jurnal bunda. Tempat bunda berbagi cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *